Tugas kelompok Halaman 20 - 22
PELAJARAN PKN Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK
EDISI REVISI 2018
Setelah membaca kasus di atas diskusikanlah dengan
teman sebangkumu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
1.
Mengapa faktor ekonomi
dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya angka putus sekolah ?
Jawab :
Karena kurangnya pendapatan keluarga yang menyebabkan orang tua terpaksa
bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga pendidikan
anak kurang terperhatikan dengan baik dan bahkan membantu orang tua dalam
mencukupi keperluan pokok untuk makan sehari-hari misalnya anak membantu orang
tua ke sawah, karena di anggap meringankan beban orang tua anak di ajak ikut
orang tua ke tempat kerja yang jauh dan meninggalkan sekolah dalam waktu yang
cukup lama.
2.
Apabila dikaitkan dengan Pancasila, kasus
tingginya angka putus sekolah menjadi kendala wajib belajar 12 tahun merupakan
ketidaksesuaian dari sila keberapa? Berikan alasannya!
Jawab:
Sila kelima. Fenomena putus sekolah pada dasarnya diakibatkan tidak
adanya/terputusnya akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan, sementara
kelompok masyarakat yang lain dapat menikmati akses ini. Kejadian ini
berlawanan dengan semangat keadilan sosial yang termaktub dalam sila kelima
Pancasila. Sudah seharusnya seluruh komponen masyarakat memiliki akses yang
sama untuk memperoleh pendidikan.
3. Adakah faktor lain selain faktor ekonomi yang menjadi
penyebab meningkatnya angka putus sekolah? Apabila ada, apa saja faktor
tersebut?
Jawab
:
Ada,
yakni faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor Internal :
-
Di dalam diri anak tersebut, putus sekolah
terjadi karena adanya rasa malas untuk pergi sekolah dengan adanya rasa minder,
tak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya, sering menjadi bahan
cemoohan karena tidak mampu dalam membayar kewajiban biaya sekolah.
-
Adanya pengaruh yang berasal dari teman
sehingga dirinya merasa ingin dan ikut-ikutan apabila diajak untuk merokok,
bermain, seperti bermain PlayStation atau Game Online di Warung Internet,
hingga akhirnya sering membolos dan tak
ingin berangkat sekolah. Hal ini menjadi penyebab tidak naik kelas, prestasi di
sekolah menurun dan malu untuk pergi kembali ke sekolah.
-
Anak yang terkena sanksi karena sering absen, sehingga keluar dari sekolah.
Faktor Eksternal
-
Keadaan status ekonomi keluarga
Ekonomi
yang kurang mencukupi atau kurang mumpuni memang bukanlah menjadi hal yang tabu
dan tidak ganjil lagi bagi masyarakat. Jika ekonomi di keluarga serba
kekurangan, maka lebih memilih untuk tidak meyekolahkan anaknya karena
mengingat biaya sekolah yang begitu mahal.
-
Kurangnya perhatian dari orang tua
Perhatian
memang begitu dibutuhkan oleh anak dalam menunjang kehidupan dan pendidikan
sehingga anak menjadi lebih semangat dan termotivasi. Perhatian yang kurang
akan sekolah, bisa menjadikan anak tersebut tak tertarik sama sekali dengan
sekolah.
-
Hubungan orang tua yang kurang harmonis
Terkadang,
dalam suatu hubungan di lingkungan keluarga begitu terasa kurang harmonis,
banyak sekali contohnya hubungan yang kurang harmonis yang terjadi antara anak
dan orang tua sehingga muncul kasus-kasus yang bermasalah bahkan hingga terjadi
tragedi yang mengerikan seperti adanya penyiksaan, penggertakan yang memang
sama sekali tak pantas apabila diterapkan di dalam lingkup keluarga.
4.
Pada saat ini, pemerintah
telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi permasalahan ini, di
antaranya dengan memberikan Bantuan Operasional Sekolah, beasiswa, sekolah
gratis, dan sebagainya. Menurut Anda, apakah upaya pemerintah tersebut sudah
berhasil? Kemukakan indikator keberhasilannya.
Jawab:
Menurut Kami ,
upaya yang di lakukan oleh Pemerintah Sudah Berhasil Hanya saja belum optimal.
Pemerintah masih belum bisa menjangkau seluruh
anak bangsa yang ada di Indonesia. Walaupun sudah ada beberapa sekolah telah di
bebaskan biaya kewajiban untuk membayar sekolah , akan tetapi belum semua siswa
dapat merasakan bantuan dari pemerintah itu dan membuat semakin banyaknya angka siswa
yang putus sekolah. Selain itu pada kota besar sering kali terjadi kecurangan ,
siswa atau siswi yang dapat dikategorikan cukup mampu justru mendapatkan
bantuan dana dan bebas dari kewajiban biaya sekolah. Ini lah yang perlu
pemerintah perhatikan untuk kedepannya agar lebih bijak, supaya anak-anak
seluruh indonesia bisa merasakan bantuan tersebut terutama yang kurang mampu
tersebut.
5. Selain Pemerintah, siapa lagi yang bertanggung jawab
untuk mengatasi masalah ini? Apa saja peran yang bisa ditampilkannya?
Jawab
:
Selain
pemerintah, yang bertanggung jawab dalam menangani masalah ini adalah orang tua
sendiri, guru, teman-temannya,pacarnya dan dirinya sendiri. Peran mereka sangat
penting untuk membangkitkan motivasi anak-anak sehingga minat anak untuk
bersekolah tinggi dan menjadi hal yang perlu untuk dilakukan. Terlebih adanya
peran dari orang lain yang membantu motivasi
dan memberikan semangat, serta dari pribadi diri sendiri yang memang dengan
niat penuh akan belajar.
6. Apa solusi yang kalian ajukan untuk mengatasi masalah
ini? Bagaimana strateginya supaya solusi itu berhasil?
Jawab
:
Solusi yang saya ajukan, menurut
saya agar Pemerintah lebih jeli dalam memberikan bantuan dana kepada masyarakat
yang benar-benar kurang mampu, sehingga tidak ada penyalagunaan dana yang
semestinya untuk orang tidak mampu, malah untuk orang yang bisa dibilang mampu.
Dalam prinsipnya juga Pemerintah
harus mampu mementingkan sekolah, karena anak merupakan aset bangsa di masa
mendatang. Tidak hanya fasilitas-fasilitas umum saja, sekolah juga perlu untuk
diperhatikan.
Pemerintah juga perlu bersosialisasi dengan datang
langsung ke sekolah-sekolah atau bisa melalui internet menjelaskan betapa pentingnya
sekolah itu.
7. Kemukakan bentuk pelanggaran Hak Warga Negara yang
pernah terjadi di daerahmu. Serta bagaimana solusi untuk menyelesaikannya?
Jawab
:
Jika
membicarakan mengenai daerah sekitar, tidak sedikit bentuk pelanggaran hak
warga negara yang terjadi. Misalnya, anak-anak memang sudah sepantasnya untuk
sekolah, diberikan hak untuk sekolah, akan tetapi malah hak tersebut
diselewengkan, contohnya masih remaja malah menikah dini, adanya pergaulan
bebas yang sangat merugikan bagi anak-anak, serta bisa mengonsumsi narkoba
bahkan merokok. Untuk mengatasi hal tersebut, bisa dengan mencari akar-akar
penyebabnya, lalu diselesaikan hingga akarnya ditemukan, dan pentingnya
bimbingan dari semua orang dan membatasi internet dengan selalu menjaga
anak-anak supaya menggunakan dengan hal positif. Mengingat internet banyak
informasi yang bukan seharusnya, yang bisa diakses siapapun, tanpa batasan
usia, nah itulah peran orang tua untuk mendampingi dan meluruskannya.


Semoga Berkah aamiin
BalasHapusTerimakasih :)
BalasHapusTerima kasih😁
BalasHapusTerima kasihh
BalasHapusTerima kasih banyak.
BalasHapus