Rabu, 04 September 2019

TUGAS KELOMPOK PKN


Tugas kelompok Halaman 20 - 22
PELAJARAN PKN Kelas XII SMA/MA/SMK/MAK 
EDISI REVISI 2018


Setelah membaca kasus di atas diskusikanlah dengan teman sebangkumu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
1.      Mengapa faktor ekonomi dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya angka putus sekolah ?
Jawab :
Karena kurangnya pendapatan  keluarga yang menyebabkan orang tua terpaksa bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga pendidikan anak kurang terperhatikan dengan baik dan bahkan membantu orang tua dalam mencukupi keperluan pokok untuk makan sehari-hari misalnya anak membantu orang tua ke sawah, karena di anggap meringankan beban orang tua anak di ajak ikut orang tua ke tempat kerja yang jauh dan meninggalkan sekolah dalam waktu yang cukup lama.
2.      Apabila dikaitkan dengan Pancasila, kasus tingginya angka putus sekolah menjadi kendala wajib belajar 12 tahun merupakan ketidaksesuaian dari sila keberapa? Berikan alasannya!
Jawab:
Sila kelima. Fenomena putus sekolah pada dasarnya diakibatkan tidak adanya/terputusnya akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan, sementara kelompok masyarakat yang lain dapat menikmati akses ini. Kejadian ini berlawanan dengan semangat keadilan sosial yang termaktub dalam sila kelima Pancasila. Sudah seharusnya seluruh komponen masyarakat memiliki akses yang sama untuk memperoleh pendidikan.
3.      Adakah faktor lain selain faktor ekonomi yang menjadi penyebab meningkatnya angka putus sekolah? Apabila ada, apa saja faktor tersebut?

Jawab :

Ada, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor Internal :

-           Di dalam diri anak tersebut, putus sekolah terjadi karena adanya rasa malas untuk pergi sekolah dengan adanya rasa minder, tak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya, sering menjadi bahan cemoohan karena tidak mampu dalam membayar kewajiban biaya sekolah.

-           Adanya pengaruh yang berasal dari teman sehingga dirinya merasa ingin dan ikut-ikutan apabila diajak untuk merokok, bermain, seperti bermain PlayStation atau Game Online di Warung Internet, hingga akhirnya sering membolos dan  tak ingin berangkat sekolah. Hal ini menjadi penyebab tidak naik kelas, prestasi di sekolah menurun dan malu untuk pergi kembali ke sekolah.

-           Anak yang terkena sanksi karena sering absen,  sehingga keluar dari sekolah.
  
Faktor Eksternal

-           Keadaan status ekonomi keluarga
Ekonomi yang kurang mencukupi atau kurang mumpuni memang bukanlah menjadi hal yang tabu dan tidak ganjil lagi bagi masyarakat. Jika ekonomi di keluarga serba kekurangan, maka lebih memilih untuk tidak meyekolahkan anaknya karena mengingat biaya sekolah yang begitu mahal.

-           Kurangnya perhatian dari orang tua
Perhatian memang begitu dibutuhkan oleh anak dalam menunjang kehidupan dan pendidikan sehingga anak menjadi lebih semangat dan termotivasi. Perhatian yang kurang akan sekolah, bisa menjadikan anak tersebut tak tertarik sama sekali dengan sekolah.

-           Hubungan orang tua yang kurang harmonis
Terkadang, dalam suatu hubungan di lingkungan keluarga begitu terasa kurang harmonis, banyak sekali contohnya hubungan yang kurang harmonis yang terjadi antara anak dan orang tua sehingga muncul kasus-kasus yang bermasalah bahkan hingga terjadi tragedi yang mengerikan seperti adanya penyiksaan, penggertakan yang memang sama sekali tak pantas apabila diterapkan di dalam lingkup keluarga.

4.      Pada saat ini, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi permasalahan ini, di antaranya dengan memberikan Bantuan Operasional Sekolah, beasiswa, sekolah gratis, dan sebagainya. Menurut Anda, apakah upaya pemerintah tersebut sudah berhasil? Kemukakan indikator keberhasilannya.

Jawab:
Menurut Kami , upaya yang di lakukan oleh Pemerintah Sudah Berhasil Hanya saja belum optimal. Pemerintah  masih belum bisa menjangkau seluruh anak bangsa yang ada di Indonesia. Walaupun sudah ada beberapa sekolah telah di bebaskan biaya kewajiban untuk membayar sekolah , akan tetapi belum semua siswa dapat merasakan bantuan dari pemerintah  itu dan membuat semakin banyaknya angka siswa yang putus sekolah. Selain itu pada kota besar sering kali terjadi kecurangan , siswa atau siswi yang dapat dikategorikan cukup mampu justru mendapatkan bantuan dana dan bebas dari kewajiban biaya sekolah. Ini lah yang perlu pemerintah perhatikan untuk kedepannya agar lebih bijak, supaya anak-anak seluruh indonesia bisa merasakan bantuan tersebut terutama yang kurang mampu tersebut.


5.      Selain Pemerintah, siapa lagi yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah ini? Apa saja peran yang bisa ditampilkannya?

Jawab :

Selain pemerintah, yang bertanggung jawab dalam menangani masalah ini adalah orang tua sendiri, guru, teman-temannya,pacarnya dan dirinya sendiri. Peran mereka sangat penting untuk membangkitkan motivasi anak-anak sehingga minat anak untuk bersekolah tinggi dan menjadi hal yang perlu untuk dilakukan. Terlebih adanya peran dari orang lain yang membantu  motivasi dan memberikan semangat, serta dari pribadi diri sendiri yang memang dengan niat penuh akan belajar.

6.      Apa solusi yang kalian ajukan untuk mengatasi masalah ini? Bagaimana strateginya supaya solusi itu berhasil?

Jawab :

            Solusi yang saya ajukan, menurut saya agar Pemerintah lebih jeli dalam memberikan bantuan dana kepada masyarakat yang benar-benar kurang mampu, sehingga tidak ada penyalagunaan dana yang semestinya untuk orang tidak mampu, malah untuk orang yang bisa dibilang mampu.
            Dalam prinsipnya juga Pemerintah harus mampu mementingkan sekolah, karena anak merupakan aset bangsa di masa mendatang. Tidak hanya fasilitas-fasilitas umum saja, sekolah juga perlu untuk diperhatikan.
            Pemerintah juga perlu bersosialisasi dengan datang langsung ke sekolah-sekolah atau bisa melalui internet menjelaskan betapa pentingnya sekolah itu.

7.      Kemukakan bentuk pelanggaran Hak Warga Negara yang pernah terjadi di daerahmu. Serta bagaimana solusi untuk menyelesaikannya?

Jawab :

Jika membicarakan mengenai daerah sekitar, tidak sedikit bentuk pelanggaran hak warga negara yang terjadi. Misalnya, anak-anak memang sudah sepantasnya untuk sekolah, diberikan hak untuk sekolah, akan tetapi malah hak tersebut diselewengkan, contohnya masih remaja malah menikah dini, adanya pergaulan bebas yang sangat merugikan bagi anak-anak, serta bisa mengonsumsi narkoba bahkan merokok. Untuk mengatasi hal tersebut, bisa dengan mencari akar-akar penyebabnya, lalu diselesaikan hingga akarnya ditemukan, dan pentingnya bimbingan dari semua orang dan membatasi internet dengan selalu menjaga anak-anak supaya menggunakan dengan hal positif. Mengingat internet banyak informasi yang bukan seharusnya, yang bisa diakses siapapun, tanpa batasan usia, nah itulah peran orang tua untuk mendampingi dan meluruskannya.


5 komentar:

Hetalia: Axis Powers - Norway